saya dan Lulu adalah dua backapcker gila yang ingin keliling indonesia untuk melihat keindahan alamnya serta keunikan kebudayaanya, dengan perjalanan yang murah, menyenangkan dan kami membagikan lewat blog dan video. semua itu dapat ditemukan di YULUTRIP Indonesia. ikuti cerita seru kami terus ya dan jangan lupa mampir ke blog kami ya di sini.

Saturday, 11 May 2013

Satu kata untuk kereta api!!!





Semua ini berawal dari trip kami menuju sempu untuk menggunakan jasa kereta api. saat itu gue yang ga tau tentang jadwal dan sistem kereta api yang baru. Salah satu temen ku, ipul dia bilang kalau kuota untuk ke Malang tinggal 90 kursi lagi. Ya aku fikir, ah santai soalnya masih lama ini dan aku fikir bisa beli langsung aja di stasiun, tetapi ternyata pemikiran aku ini salah besar untuk saat ini atau untuk sistem kereta api yang baru.
Kereta api merupakan salah satu alat transportasi yang cepat, murah meriah, yang notabene nya itu banyak digunakan untuk kalangan menengah kebawah, banyak copet, pedagang dan kotor, serta ga nyaman untuk toiletnya pokoknya kereta api dikenal bersahabat baik dengan masyarakatlah dan para backpacker tentunya. Tetapi semenjak tanggal 1 desember 2013, kereta api bukanlah sahabat yang kita kenal seperti dahulu. Dengan sistem baru yang diterapkan yaitu sistem online banyak hal positif dan negatif untuk masyarakat kita.
bisa bertanya atau pesan tiket melalui CS
Pasalnya salah satu alasan kenapa kereta api ini sekarang rada ribet, mungkin karena kereta api memiliki dana apbn yang kecil dari pemerintah atau subsidinya sedikit. Sistem yang baru tersebut yaitu dengan sistem online, semua penjualan tiket kereta dilakukan via online. Tetapi, sayangnya pihak kereta api lupa untuk melayani juga masyarakat kelas menengah kebawah yang tidak paham tentang sistem ini dan hal inilah yang sangat memilukan hati.
Tata cara pembelian tiket saat ini yaitu
·         para penumpang diharapkan memesan tiket terlebih dahulu maksimal 3 bulan sebelum keberangkatan dan minimal sebulan sebelum keberangkatan.
·         Pembelian atau pemesanan tiket dapat dilakukan di cost. Service, jasa resmi reservasi tiket kereta api, kantor pos, minimarket, situs resmi KA, serta atm.
·         Saat melakukan reservasi tiket kereta harus disertai dengan kartu identitas yang asli, dan apabila tidak sesuai maka tiket dinyatakan hangus.
·         Saat penukaran tiket harus disertai dengan kartu identitas yang asli dan fotocopian.
·         Saat melakukan pemerikasaan, diwajibkan menunjukkan kartu identitas asli, apabila kartu identitas tidak sesuai dengan identitas yang tercantum di tiket, maka tiket dinyatakan hangus.
·         Kurang dari 30 menit sampai KA berangkat, penumpang terlambat tidak ada pengembalian uang.
·         Pembatalan dapat dilakukan 30 menit sebelum keberangkatan dan uang dikembalikan 75%.
·         Proses pembatalan diwajibkan membawa kartu identitas asli yang sesuai dengan identitas yang tercantum di tiket.
·         Pembatalan karena tidak tersedianya armada, maka uang dikembalikan penuh.
·         Merubah jam atau tanggal dapat dilakukan 1 kali dalam 24 jam sebelum jam kereta api berangkat dan dikenakan biaya 10% dari tarif.
Adapun tujuan sistem kereta api yang baru ini adalah:
·         Mengurangi atau memberantas calo.
·         Untuk menjadikan masyarakat menjadi lebih disiplin.
·         Untuk menjadikan masyarakat sadar internet.
·         Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan para penumpang.
Saat ini kereta juga punya Boarding Pass
Tetapi tidakkah pihak kereta api ini sadar bahwa proses yang panjang dan meribetkan hanya untuk pembelian tiket kereta api ini hanya membuat salah satu kesusahan masyarakat kelas bawah, tidakkah mereka memikirkan dan melayani juga masyarakat kelas menengah kebawah. Mereka yang tidak mengerti akan sistem online diharuskan atau diwajibkan untuk mengerti. Banyak pertanyaan yang mengganjal di otak saya dengan sistem yang baru ini.
·         Bagaimana jika mereka tidak paham akan online?
·          Bagaimana jika mereka (orang tua, kakek2 dan nenek2) tidak dapat memesan via minimarket ataupun pos?
·         Bagaimana jika di daerah mereka tidak ada atau jauh jaraknya dengan tempat tempat reservasi tiket?
·         Bagaimana jika mereka tidak tau dengan adanya sistem yang baru ini, disaat mereka sudah datang ke stasiun dan tidak mendapatkan tiket?
·         Bagaimana jika ada keadaan yang mendesak atau tiba-tiba seperti berita kematian atau apapun dari sanak saudara yang jauh tempatnya dan hanya bisa ditempuh dengan transportasi kereta api?
·         Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki kartu identitas?
·         Harus bagaimanakah sebaiknya mereka bersikap?
Akibat sistem ini dalam sebuah berita media massa, ada seseorang yang dari kalangan kelas bawah dan dia memiliki keadaan yang mendesak yang mengharuskan dia untuk pergi dia pergi ke stasiun untuk membeli tiket seperti biasa tetapi karena dia tidak tau dengan sistem yang baru ini, akhirnya dia kehabisan tiket. Mereka yang memandang kereta api merupakan salah satu alat tranportasi yang cepat, akhirnya karena keadaan yang sangat mendesak dia terpaksa membeli tiket kelas lain yang harganya sangat jauh berbeda dengan kelas ekonomi. Sungguh ironis melihat kejadian seperti ini.
Menurut saya, walau bagaimanapun juga pihak kereta api tidak bisa memaksakan atau menerapkan sistem online secara menyeluruh. Mereka juga harus memikirkan masyarakat kelas bawah, atau mereka menggunakan sistem 50:50 yaitu 50% pembelian tiket secara online dan 50% pembelian secara offline. Tarif yang diberlakukan harus sesuai jarak, jangan seperti angkot jarak jauh-deket sama bayarnya. Adapun yang saya rasakan adalah sistem ini sangat membuat saya lelah dan kesal. Pasalnya hal seperti ini sungguh merepotkan saya, dan disaat saya naik kereta ekonomi yang katanya bersih dari pedangang dll, ternyata pada kenyataannya masih banyak pedagang, copet dan pengamen yang masuk kereta, toilet yang bau dan kotor, armada kereta yang keadaanya sudah tak layak membuat saya berfikir tidak sebanding dengan repotnya membeli tiket kereta walaupun itu kereta lokal juga harus melakukan pemesanan. Memang benar tiket kereta saat ini sudah termasuk asuransi penumpang, tetapi apakah pada kenyataannya nanti jika terjadi apa2 dengan penumpang apakah asuransi ini berlaku???
Ironis sekali melihat kejadian semua ini, menurut saya pihak KA sangat memaksakan keadaan menjadi disipline, modern dan lebih nyaman tetapi pada kenyatannya mereka belum siap mengahadapi permasalahan permasalan realita masyarakat yang menggunakan jasa transportasi ini.

Apabila  anda memiliki pengalaman dan pemikiran serta rasa yang sama silahkan memberikan komentar pada post ini. Satu kata untuk ketera api????