saya dan Lulu adalah dua backapcker gila yang ingin keliling indonesia untuk melihat keindahan alamnya serta keunikan kebudayaanya, dengan perjalanan yang murah, menyenangkan dan kami membagikan lewat blog dan video. semua itu dapat ditemukan di YULUTRIP Indonesia. ikuti cerita seru kami terus ya dan jangan lupa mampir ke blog kami ya di sini.

Monday, 5 August 2013

Tradisi Malam Towong Bulan Ramadhan yang telah Dilupakan


                Saat itu kami sedang asyik bercerita sambil membuat kue di dapur. Tak lama kemudian terlihat seorang laki-laki setengah baya berumur kira-kira 56 tahun menghampiri kami dan berkata “ wah udah siap nih untuk lebaran.” Katanya dengan muka ceria. Kami semua pun tersenyum, laki-laki yang bernama pak Jamal adalah seorang tetanggaku. Dia kemudian berkata “kalau dahulu sebelum malam takbiran, disini ada tradisi malam towong tetapi, sekarang seiring perubahan zaman tradisi itu sudah dilupakan.” Katanya dengan mata mengenang. Saya pun seketika mengernyitkan dahi  “hah, apaan tuh malam towong?
               
                Keingin tahuanku akan tradisi yang telah hilang pun semakin besar, seketika itu aku langsung minta diceritakan oleh Pak Jamal. Pak Jamal pun mulai bercerita, ketika bulan Ramadhan semua setan-setan dikumpulkan dan diikat selama sebulan penuh, dan Tradisi malam towong adalah malam dimana setan-setan yang diikat akan dilepaskan kembali. Malam towong jatuh pada malam sehari sebelum malam takbiran. Katanya pak Jamal, pada malam ini tidak ada aktifitas apapun. Tidak ada yang memukul bedug, tidak ada yang tarawih dan tidak ada pula yang keluar rumah setelah adzan maghrib. Semuanya sepi, tak ada satu orang pun yang berani untuk keluar. Katanya pada saat malam towong suasana mendadak menjadi angker dan menyeramkan. Hiiiyyyy serem, kebayang deh kalau tradisi itu masih ada sampai sekarang, aku pasti ketakuatan setengah mati mengingat aku takut akan hal-hal horror.
                Pada saat pak Jamal masih anak-anak tradisi malam towong pun menjadi malam yang mengasyikkan karena dijadikan sebagai ajang uji nyali permainan anak-anak. Ada yang bermain jalangkung, setan-setanan dan lain-lain.  Katanya, tadisi ini sebenarnya sudah sangat lama terjadi di daerah kami mungkin sekitar 50-100 tahun, mengingat usia pak Jamal yang sudah setengah abad lebih dan tradisi malam towong ini pula dialami oleh ayahnya pak Jamal. Tetapi, sayang tradisi ini ternyata tidak dapat dipertahankan oleh daerah kami seiring dengan pergantian zaman modern. Sekelebat kulihat mata pak Jamal yang menerawang ke masa lalu, masa dimana ia menikmati tradisi malam towong dan bermain dengan teman-teman. Lamunannya pun terhenti seketika ia melihat kenyataan bahwa tradisi malam towong telah hilang. “saya hanya ingin anak cucu saya merasakan bagaimana atmosfir malam towong yang dijadikan ajang uji nyali bagi permainan anak-anak” katanya terakhir kali sebelum ia memutuskan keluar dari rumah kami dan mengakhiri perbincangan ini.
                Setelah mendengar cerita pak Jamal, saya pun menjadi penasaran walaupun saya sendiri takut hehe, tetapi memang sangat disayangkan banyak tradisi yang telah dihilang tergerus jaman. Langsung saja saya mencoba tanya kepada teman-teman dari daerah lain, perihal malam towong. Berharap di daerah lain memiliki tradisi yang sama dengan kami walaupun memiliki nama yang berbeda,  tapi tak ada satupun dari teman saya yang tahu tentang tradisi itu.

                Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dengan memiliki banyak tradisi di dalamnya. Rindu kami terhadap bulan ramadhan dan juga kuatnya atmosfir yang dimiliki bulan ini. Semoga seiring dengan berjalannya waktu tradisi-tradisi lain tidak ikut dilupakan oleh masyrakat kita. Karena dari tradisi itulah tercipta keunikan budaya kita.